Rabu, 19 Agustus 2020

APA ITU STRUKTUR PADA TEKS EKSPLANASI?

APA ITU STRUKTUR PADA TEKS EKSPLANASI?

Struktur Teks Eksplanasi

Teks eksplanasi memiliki struktur yang terdiri dari pernyataan umum, dilanjutkan dengan urutan sebab akibat dan diakhiri dengan interpretasi. Untuk leboh memahami lagi mengenai struktur tersebut silahkan simak uraian berikut ini.

  1. Pernyataan Umum, Berisi tentang penjelasan umum tentang fenomena yang akan dibahas, bisa berupa pengenalan fenomena tersebut atau penjelasannya. Penjelasan umum yang dituliskan dalam teks ini berupa gambaran secara umum tentang apa, mengapa, dan bagaimana proses peristiwa alam tersebut bisa terjadi.

  2. Deretan Penjelas,Berisi tentang penjelasan proses mengapa fenomena tersebut bisa terjadi atau tercipta dan bisa terdiri lebih dari satu paragraf. Deretan penjelas mendeskripsikan dan merincikan penyebab dan akibat dari sebuah bencana alam yang terjadi.

  3. Interpretasi (Opsional), Teks penutup yang bersifat pilihan; bukan keharusan. Teks penutup yang dimaksud adalah, teks yang merupakan intisari atau kesimpulan dari pernyataan umum dan deretan penjelas. Opsionalnya dapat berupa tanggapan maupun mengambil kesimpulan atas pernyataan yang ada dalam teks tersebut (Mahsun, 2013)

Berikut ini contoh menganalisis struktur teks eksplanasi berupa fenomena sosial.

KEMISKINAN

Pernyataan Umum (Pembuka)

Kemiskinan adalah tingkat penghasilan masyarakat yang rendah sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari (makan, tempat tinggal, pendidikan, dan lainnya). Umumnya masyarakat miskin biasa tinggal di gubuk, kolong jembatan, bantaran kali. Tak jarang masyarakat miskin membangun sendiri rumah di atas tanah milik Negara. Kemiskinan terjadi di seluruh dunia dan banyak negara berkembang yang mempunyai masalah ini, kemiskinan.

Deretan Penjelas (Isi)

Kemiskinan terjadi sebab beberapa faktor, salah satunya adalah keterbatasan kelengkapan pendidikan dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Bangkrut, musibah, perbudakan, struktur sosial juga menjadi faktor penyebabnya. Struktur sosial dan perilaku menjadi dominasi faktor masalah kemiskinan. Perilaku konsumtif, gengsi, pengeluaran uang tidak sesuai dengan pemasukan juga termasuk. Faktor struktur sosial mengarah kepada masalah turun temurun (terutama masalah pendidikan orang miskin). Perilaku gengsi, sehingga masyarakat lebih mementingkan keinginan daripada kebutuhan.

Sebenarnya banyak usaha yang dilakukan oleh masyarakat dan pemerintah untuk mengatasi kemiskinan. Misalnya adalah menaikkan upah minimum kerja, memperluas lapangan pekerjaan, pendidikan gratis dan tempat tinggal dengan harga terjangkau. Hal itu harus didukung dengan perilaku masyarakat yang tidak menghamburkan uang, menghindari gengsi, menabung dan membantu orang di sekitarnya. Sehingga kerjasama masyarakat dan pemerintah dapat berjalan efektif untuk mengatasi kemiskinan.

Penutup (Interpretasi)

Seharusnya di Indonesia tidak perlu ada kemiskinan. Apabila kita dapat dan mau menerima serta bersyukur terhadap apa yang dimiliki. Sifat-sifat buruk seperti yang disebut diatas harus kita hilangkan dan kerjasama pemerintah dan masyarakat sangat penting dalam menghilangkan kemiskinan di Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Materi Teks Negosiasi (Pengertian, Tujuan, Ciri-ciri, Langkah-langkah, Struktur, Kaidah Kebahasaan, dan Contoh)

  TEKS NEGOSIASI DAFTAR ISI 1.       Pengertian 2.       Tujuan 3.       Ciri-ciri 4.       Langkah-langkah penulisan teks negosia...